RESPON TANAMAN JAGUNG VARIETAS
LOKAL NTT UMUR SANGAT
GENJAH (PENA TUNU’ ANA’) TERHADAP
CEKAMAN KEKERINGAN
1.
Latar Belakang
Jagung merupakan makanan pokok bagi
sebagian penduduk Indonesia. Salah satu diantaranya adalah penduduk asli pulau
Timor barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penduduk di daerah ini
menggantungkan hidupnya dari tanaman jagung, buahnya dikonsumsi sedangkan
limbahnya untuk makanan ternak yang mereka pelihara. Produktivitas jagung
terkendala oleh kesuburan tanah yang relatif rendah serta periode hujan yang
relatif pendek, Produktivitas hasil tanaman
dipengaruhi oleh cekaman kekeringan. Peningkatan produktivitas jagung
dilahan kering bisa diatasi dengan menanam varietas
jagung tahan kering dan varietas jagung umur genjah. Produksi jagung varietas
umur genjah pada umumnya lebih rendah dibanding varietas umur dalam (panjang),
namun lebih toleran terhadap tingkat populasi yang tinggi.
Penanaman jagung varietas
tahan kekeringan dan umur genjah merupakan upaya untuk peningkatan produksi jagung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon tanaman jagung berumur
sangat genjah (Tunu’ana’) terhadap cekaman kekeringan. Parameter yang digunakan
sebagai indikator ketahanan terhadap kekeringan adalah kandungan prolin dan
gula. Semakin tinggi kandungan prolin dan gula mengindikasikan bahwa tanaman
tersebut semakin tahan terhadap kekeringan.
2.
Metodologi
a.
Waktu
dan lokasi penelitian
Sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah jagung varietas Tunu’ Ana’ yang berasal dari desa
Retraen, Kec. Amarasi, Kab. Kupang Nusa Tenggara Timur. Sedangkan penelitian
cekaman kekeringan di lakukan di rumah percobaan Cibinong Science Centre
meliputi penentuan titik layu permanen dan perlakuan stres kekeringan.
Percobaan penentuan titik layu permanen dilakukan pada 10 Juni – 20 Agustus
2013 dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 35 -37°C . Sedangkan percobaan
perlakuan stres kekeringan dilakukan mulai 4 September - 14 November 2013 pada
suhu udara rata-rata 38-39°C. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap Satu Faktor dengan empat kali ulangan. Faktor tersebut adalah
cekaman kekeringan meliputi: kontrol, cekaman kekeringan selama 4,8, 12, 16 dan
20 hari.
b. Penentuan titik layu permanen
Benih Jagung Tunu’ Ana' ditanam di dalam
pot plastik berisi media campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan
(2:1) seberat 7 kg dan disiram sebanyak 500 ml air (jenuh) per hari. Pada umur
1 minggu tanaman diberi pupuk NPK dengan dosis 1 g. Pada umur 2 minggu tanaman
mulai diperlakukan cekaman kekeringan (tidak disiram) kecuali kontrol.
mengalami kekeringan selama 2 hari tanaman disiram kembali kemudian diamati,
tanaman kembali segar atau mengalami layu permanen.
Cekaman 12 taraf control.
c.
Perlakuan cekaman
kekeringan
Benih
jagung ditanam di dalam pot plastik berisi media campuran tanah dan pupuk
kandang dengan perbandingan (2:1) seberat 10 kg. Pada setiap pot diberikan
penyiraman sebanyak 500 ml air (jenuh) per hari. Pada umur 1 minggu tanaman
diberi pupuk NPK dengan dosis 1 g. Pada umur 2 minggu tanaman mulai
diperlakukan cekaman kekeringan (tidak disiram) kecuali control. Waktu cekaman
kekeringan terditi atas 6 taraf yaitu 0 (kontrol), 4, 8, 12, 16 dan 20 hari,
Pada seri pertama, pengambilan sampel dilakukan setelah tanaman mengalami cekaman
kekeringan selama 0, 4, 8, 12, 16 dan 20 hari. Sampel yang diambil meliputi
tanah untuk diukur kandungan airnya. Potongan daun segar untuk diukur kandungan
air daun relatifnya. Daun dan akar yang kemudian dikeringkan untuk diestimasi
kandungan prolin dan gula totalnya. Pada seri kedua, setelah mengalami
kekeringan selama 2 hari tanaman disiram kembali kemudian diamati, tanaman
kembali segar atau mengalami layu permanen.
d.
Penetapan Kadar Air Tanah

e. Penetapan Kandungan Air daun Relatif (Relative water
content; RWC)

f.
Estimasi
Kandungan Prolin
Estimasi
kandungan prolin dilakukan dengan menggunakan metode Bates et al.
(1973). Seberat 100 mg sampel serbuk daun (akar) kering diekstrak dengan 10 ml
larutan asam sulfosalisilat (3%) disentrifugasi pada 3500 rpm selama 10 menit.
Supernatan dipipet sebanyak 2 ml direaksikan dengan 2 ml larutan ninhidrin-asam
[1,25 gr ninhidrin, 30 ml asam asetat glasial, 20 ml asam fosfat (6 M)] dalam tabung
reaksi kemudian diinkubasi pada suhu 70 ºC selama 45 menit. Dinginkan dengan
menggunakan air-es kemudian tambahkan 4 ml toluena dan dikocok kuat-kuat selama
15-20 detik. Lapisan atas (toluena) diukur absorbansinya pada panjang gelombang
520 nm dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
g.
Estimasi
Kandungan gula
Ekstraksi
sampel (daun/akar) dilakukan dengan menggunakan pelarut 80% alkohol panas
kemudian disentrifugasi. Sebanyak 1 ml supernatan dengan konsentrasi 100 μg/ml direaksikan dengan 5 ml reagen anthrone
(150 mg anthrone dalam100 ml asam sulfat 72%). Selanjutnya
dipanaskan pada suhu 100°C selama 10 menit. Reaksi diakhiri dengan menginkubasi
larutan dalam air-es selama 5 menit. Kandungan gula total ditentukan dengan
menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelomnang 625 nm.
Casinos With Lucky Club Casino Site 2021 - Lucky Club
BalasHapusOnline Casino with Lucky Club Casinos · Lucky Club Casino – Live Casino Games from Microgaming · Lucky Club luckyclub Casino – Roulette · Lucky Club Casino –